Mengapa Persepsi Konsumen Berbeda terhadap Realitas Yang Sama?
Persepsi
dapat berbeda-beda antar beberapa individu yang terkena realitas yang sama.
Orang dapat muncul dengan persepsi yang berbeda dari objek yang sama karena
tiga proses persepsi: perhatian selektif, distorsi selektif, dan retensi
selektif (Hawkins & Mothersbaugh, 2010).
Perhatian Selektif. Orang
lebih cenderung untuk melihat rangsangan yang berhubungan dengan kebutuhan saat
ini. Namun demikian, meskipun orang
menyaring banyak rangsangan sekitarnya mereka masih dapat dipengaruhi oleh
rangsangan yang tak terduga, seperti penawaran mendadak melalui surat, melalui
telepon, atau dari seorang tenaga penjualan. Perhatian selektif membuat
konsumen memproses hanya sebagian kecil dari informasi yang tersedia.
Interpretasi dapat menjadi proses yang sangat subjektif. Jadi realitas dan persepsi
konsumen tentang realitas yang sering sangat berbeda. Pemasar yang ingin
mengkomunikasikan pesan merek mereka secara efektif kepada konsumen harus
memahami sifat dari persepsi dan banyak faktor yang mempengaruhinya (Hawkins & Mothersbaugh, 2010).
Distorsi Selektif adalah
kecenderungan untuk menafsirkan informasi dengan cara yang akan cocok sesuai
prasangka. Konsumen akan sering mendistorsi informasi agar sesuai dengan merek
pernah dikonsumsinya dan produk yang dipercayainya (Hawkins & Mothersbaugh, 2010).
Retensi Selektif.
Konsumen sulit mengingat banyak hal dari
informasi yang mereka terima, tetapi
akan cenderung untuk mempertahankan informasi yang mendukung sikap dan
keyakinan mereka. Karena retensi selektif, konsumen cenderung untuk mengingat
poin yang baik tentang produk yang disukai
dan melupakan poin yang baik tentang produk yang bersaing (Hawkins & Mothersbaugh, 2010).
Comments
Post a Comment